GAMELAN BALI DAN JAWA BERKEMBANG DI MANCANEGARA
02.33Made menambahkan gamelan Bali, Jawa dan Sunda bisa dikolaborasikan dengan musik-musik dari sejumlah negara di belahan dunia.
Perangkat gamelan Bali berupa kendang/ gong/ ceng-ceng dan seruling ini mampu sebagai penghubung melodi musik-musik dari berbagai Negara. Lewat garapan kolaborasi dua kesenian yang berbeda latarbelakang dapat menyatu dalam bingkai harmoni.
Menurut Made, kolaborasi seni makin popular dalam menyongsong era global karena mampu memberikan keuntungan yakni memperkaya aktivitas seni budaya dari dua atau lebih unsur seni yang dipadukan.
Berkembangnya grup-grup kesenian yang mendalami musik tabuh maupun tari Bali, Jawa dan Sunda menurut Made dapat memberikan dampak positif, terutama pencitraan Bali dan Indonesia di dunia internasional.
Seniman Mancanegara Manfaatkan Roh Bali
02.31"Karya-karya seni yang dihasilkan mereka saat bermukim di Bali, baik menyangkut seni lukis, tabuh dan tari juga memperkaya dan menambah keunikan seni budaya Bali," kata Gubernur Bali Mangku Pastika di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, sederetan nama-nama seniman asing yang pernah bermukim di Bali, dengan karya-karyanya dalam bingkai seni budaya Bali mencuat kepermukaan yang telah dikenal dunia internasional.
Karya seni hasil sederetan nama seniman asing yang pernah bermukim di Bali menggambarkan bagaimana unik dan kokohnya seni budaya yang diwarisi masyarakat Pulau Dewata.
Seniman asing tersebut antara lain Walter Spies, warga negara Jerman, almarhum Antonio Blanco (pelukis berdarah Spanyol), Andrien Jean Le Mayeur (seniman asal Belgia) maupun Adrianus Wilhelmus Smit, pria kelahiran Belanda.
Walter Spies lewat karya kanvas maupun garapan tari mampu memperkenalkan Bali kepada dunia barat tahun 1930-an, hingga akhirnya Bali kini dikenal mancanegara.
Gubernur Pastika menjelaskan, upaya itu juga dilakukan dengan mengajak seniman tabuh dan tari Bali mengadakan lawatan ke berbagai negara ke Eropa.
Demikian pula seniman lukis dan patung setempat dibina sedemikian rupa dengan tetap berpijak pada akar seni budaya Bali.
Berkat keberhasilan Walter Spies membangun "jembatan" yang menghubungkan Bali dengan dunia barat, menjadikan para ilmuwan dan peneliti dunia tertarik untuk datang ke Bali.
Salah seorang diantaranya adalah Miguel Covarrubias, seorang penulis, pelukis dan antropolog kelahiran Meksiko. Lewat bukunya yang berjudul "Island of Bali", Covarrubias memperkenalkan pesona seni budaya dan tari Bali kepada dunia barat.
Demikian pula Antonio Blanco, pelukis berdarah Spanyol yang mempersunting "gadis lokal" Ni Ronji, memiliki keahlian dan kemampuan yang luar biasa di atas kanvas.
Sedangkan Andrien Jean Le Mayeur, seniman asal Belgia yang juga mempersunting seorang gadis Bali, Ni Nyoman Polok mampu menghasilkan lukisan bernilai seni tinggi yang kini menjadi koleksi museum Le Mayeur di Pantai Sanur, Bali.
Semua itu mampu memberikan dampak positif terhadap keunikan seni budaya Bali serta pariwisata yang kini menjadi tumpuan harapan sebagian besar masyarakat Bali.
Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Phillipe Zeller sempat berdiskusi mengenai masalah seni dengan Gubernur Mangku Pastika sebelum menghadiri acara reuni Alliance Francaises, satu institusi kebudayaan dan bahasa Perancis di Bali.
Alliance Francaises yang sudah mengglobal sejak berdiri 125 tahun lalu. Di Indonesia, institusi ini telah ada sejak 70 tahun lalu dan memiliki enam cabang yaitu di Denpasar, Medan, Bandung, Semarang, Balikpapan, dan Surabaya.(*)
Seniman Mancanegara Manfaatkan Roh Bali
02.31"Karya-karya seni yang dihasilkan mereka saat bermukim di Bali, baik menyangkut seni lukis, tabuh dan tari juga memperkaya dan menambah keunikan seni budaya Bali," kata Gubernur Bali Mangku Pastika di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, sederetan nama-nama seniman asing yang pernah bermukim di Bali, dengan karya-karyanya dalam bingkai seni budaya Bali mencuat kepermukaan yang telah dikenal dunia internasional.
Karya seni hasil sederetan nama seniman asing yang pernah bermukim di Bali menggambarkan bagaimana unik dan kokohnya seni budaya yang diwarisi masyarakat Pulau Dewata.
Seniman asing tersebut antara lain Walter Spies, warga negara Jerman, almarhum Antonio Blanco (pelukis berdarah Spanyol), Andrien Jean Le Mayeur (seniman asal Belgia) maupun Adrianus Wilhelmus Smit, pria kelahiran Belanda.
Walter Spies lewat karya kanvas maupun garapan tari mampu memperkenalkan Bali kepada dunia barat tahun 1930-an, hingga akhirnya Bali kini dikenal mancanegara.
Gubernur Pastika menjelaskan, upaya itu juga dilakukan dengan mengajak seniman tabuh dan tari Bali mengadakan lawatan ke berbagai negara ke Eropa.
Demikian pula seniman lukis dan patung setempat dibina sedemikian rupa dengan tetap berpijak pada akar seni budaya Bali.
Berkat keberhasilan Walter Spies membangun "jembatan" yang menghubungkan Bali dengan dunia barat, menjadikan para ilmuwan dan peneliti dunia tertarik untuk datang ke Bali.
Salah seorang diantaranya adalah Miguel Covarrubias, seorang penulis, pelukis dan antropolog kelahiran Meksiko. Lewat bukunya yang berjudul "Island of Bali", Covarrubias memperkenalkan pesona seni budaya dan tari Bali kepada dunia barat.
Demikian pula Antonio Blanco, pelukis berdarah Spanyol yang mempersunting "gadis lokal" Ni Ronji, memiliki keahlian dan kemampuan yang luar biasa di atas kanvas.
Sedangkan Andrien Jean Le Mayeur, seniman asal Belgia yang juga mempersunting seorang gadis Bali, Ni Nyoman Polok mampu menghasilkan lukisan bernilai seni tinggi yang kini menjadi koleksi museum Le Mayeur di Pantai Sanur, Bali.
Semua itu mampu memberikan dampak positif terhadap keunikan seni budaya Bali serta pariwisata yang kini menjadi tumpuan harapan sebagian besar masyarakat Bali.
Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Phillipe Zeller sempat berdiskusi mengenai masalah seni dengan Gubernur Mangku Pastika sebelum menghadiri acara reuni Alliance Francaises, satu institusi kebudayaan dan bahasa Perancis di Bali.
Alliance Francaises yang sudah mengglobal sejak berdiri 125 tahun lalu. Di Indonesia, institusi ini telah ada sejak 70 tahun lalu dan memiliki enam cabang yaitu di Denpasar, Medan, Bandung, Semarang, Balikpapan, dan Surabaya.(*)
Memetik Pelajaran Berharga dari Seniman Mancanegara
02.28ADA fenomena menarik yang tersaji pada perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30 lalu, yakni tampilnya sejumlah kelompok kesenian dari mancanegara. Secara silih berganti, seniman-seniman dari duranegara itu mewarnai pentas PKB dengan kreativitas seni nan memukau. Ada kelompok kesenian yang menampilkan kekhasan seni-budayanya masing-masing. Namun, ada juga kelompok kesenian yang tampil penuh percaya diri lewat persembahan aneka jenis tari Bali. Keberanian mereka tampil di hadapan publik yang notabene merupakan pemilik sah dari kesenian itu jelas layak diberikan penghargaan lebih. Apalagi, penampilan mereka tidak hanya sekadar numpang lewat alias tampil asal-asalan. Namun, tampil dengan kualitas seni yang sangat terjaga.
Lihatlah, betapa ekspresifnya penari-penari bermata sipit dari Sanggar Sakura Sari, Jepang saat menarikan tari Panji Semarang, Nelayan, Teruna Jaya, Garuda Wisnu dan beragam tari Bali lainnya. Penampilan tak kalah memukaunya juga dipertontonkan oleh penari-penari Negeri Sakura yang bernaung di bawah Sanggar Basundhari dan Sanggar Wyarihita (keduanya sanggar tari yang beraktivitas di Jepang - red). Harus diakui, kepiawaian mereka menari Bali nyaris sejajar dengan penari-penari lokal Bali. Tentu saja, kepiawaian itu tidak diperoleh dengan mudah. Tidak semudah membalik telapak tangan. Namun, lewat latihan yang keras dan tekun selama bertahun-tahun.
Buah dari keseriusan mereka berlatih menari Bali itulah yang dipertontonkan di hadapan para pengunjung PKB. Hasilnya, pencinta seni di Bali pun hanya bisa terpana dan tercengang penuh perasaan takjub. Sejatinya, para penari Jepang itu telah mempersembahkan pelajaran berharga bagi generasi-generasi penerus kejayaan seni budaya Bali. Jika orang Jepang saja mau bersusah-payah berlatih seni budaya, kenapa orang Bali sendiri justru terkesan makin "menghindar" dari kesenian adiluhung warisan leluhurnya?
Dihubungi Jumat (18/7) kemarin, pengamat seni pertunjukan Bali Prof. Dr. I Wayan Dibia, M.A. dan Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Drs. I Nyoman Nikanaya, M.M. menegaskan bahwa krama Bali wajib memetik pelajaran berharga dari keseriusan seniman-seniman mancanegara itu dalam mempelajari seni budaya Bali. Keduanya menegaskan, tidak perlu cemburu menanggapi kehadiran mereka di pentas-pentas PKB. Sebaliknya, kehadiran mereka yang begitu mempesona di pesta seni tahunan masyarakat Bali itu harus dijadikan cemeti untuk makin mengukuhkan kecintaan terhadap seni budaya Bali.
"Kalau orang asing saja begitu bersemangat mempelajari seni budaya Bali, kenapa orang Bali sendiri justru enggan melakukan hal itu? Di balik penampilan penuh pesona para penari Jepang itu, sejatinya secara tidak langsung mereka telah mengingatkan krama Bali untuk tetap mencintai, menjaga dan melestarikan seni budayanya termasuk mengembangkannya dengan penuh kesadaran. Itulah sisi-sisi positif yang harus dipetik dari kehadiran seniman-seniman mancanegara itu dalam PKB," kata Dibia dan dibenarkan oleh Nikanaya.
Dibia dan Nikanaya menambahkan, kegairahan masyarakat dunia mempelajari seni budaya Bali layak disyukuri. Bukan sebaliknya, justru ditanggapi dengan sikap antipati atau perasaan curiga yang berlebihan. Sebab, kegairahan itu membuktikan masyarakat dunia memang terpesona dengan seni budaya Bali, sehingga mereka tergerak untuk mempelajari dan mendalaminya.
"Sejatinya, bukan hanya masyarakat Jepang saja yang tergila-gila dengan seni budaya Bali. Masyarakat di belahan dunia yang lain seperti Amerika dan Eropa juga sudah tergerak untuk mendalami seni budaya Bali. Dalam konteks ini, seni budaya Bali sangat potensial menjadi kesenian yang mengglobal lantaran pencinta sekaligus pelakunya tidak hanya terkonsentrasi di Bali semata. Namun, sudah tersebar di seluruh dunia.
Seni budaya Bali, khususnya tari Bali, sangat potensial menjadi tarian dunia seperti halnya musik reggae. Dulu, musik reggae memang identik dengan musik orang-orang kulit hitam. Tetapi, sekarang reggae sudah jadi musik dunia lantaran berkembang luas di segenap belahan dunia," ujar Dibia yang mantan Ketua STSI Denpasar itu. * w. sumatikabenda mistik
02.24
Pada tahun 1985, Inggris dibuat heboh dengan rangkaian kebakaran yang terjadi secara misterius. Kehebohan pun berlanjut ketika ditemukan bahwa di semua rumah yang nyaris terbakar habis, terdapat sebuah benda yang tidak tersentuh api, yaitu lukisan anak laki-laki yang menangis. Kabar yang lebih mengejutkan muncul, ternyata sebelumnya sudah banyak kasus serupa lain yang tidak meninggalkan petunjuk logis.
Setelah ditelusuri, konon sang objek lukisan tersebut adalah seorang anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal terbakar. Tak berapa lama setelah lukisan tersebut diproduksi, studio sang pelukis hancur terlalap api. Bocah tersebut pun kemudian tewas dalam sebuah ledakan. Katanya, arwah si bocah-lah yang menghantui melalui tangisan dalam lukisan tersebut.
Untuk menghilangkan kutukannya, sebuah terbitan lokal pun menggelar aksi pembakaran lukisan yang diproduksi secara massal tersebut. Banyak lukisan berhasil dimusnahkan, tetapi diperkirakan masih ada ribuan cetakan lainnya beredar di seluruh dunia.
Robert The Doll

Kalau berkunjung ke Museum East Martello, Florida, kita bisa melihat sebuah boneka berumur lebih dari satu abad, Robert the Doll. Boneka berukuran seperti bocah kecil ini sangat terkenal, lho! Bukan karena boneka peninggalan abad ke-19 ini lucu, tapi karena horor!!! hiii….
Kisahnya berawal sekitar tahun 1896, ketika keluarga Otto memberikan boneka kepada anak bungsunya Robert Eugene Otto. Saking terpikatnya, sang anak memberikan namanya sendiri, Robert, kepada boneka itu, dan mengganti panggilan dirinya menjadi, Gene.
Semenjak itu, kejadian demi kejadian aneh terjadi di rumah keluarga Otto, dari mulai terdengar suara tawa asing, berbagai kekacauan dan kerusakan, sampai laporan para tetangga yang melihat penampakan mengerikan Robert. Yang paling parah, Robert sepertinya memperbudak Gene hingga bocah tersebut shock dan ketakutan. Melihat ketidakberesan tersebut, keluarga Otto menyingkirkan Robert ke loteng.
Ketika Gene sudah dewasa, ia menemukan kembali boneka Robert. Dalam waktu singkat, boneka itu pun kembali “menguasai” diri Gene, hingga ia nyaris gila. Warga kota yang melewati rumah keluarga Otto dihantui teror Robert dari jendela kamarnya.
Kabarnya, kejadian mengerikan itu terus berlanjut sampai museum tempat tinggal Robert sekarang. Wah, kalo bonekanya kya gini, kyanya gada lucu-lucunya sama sekali, yaa??
Keris

Seringkali kita dengar cerita mengenai senjata khas Indonesia yang memiliki kekuatan sehingga dapat bergerak, berdiri, bahkan terbang dengan sendirinya. Kisah itu pun dibarengi dengan kejadian mistis mengerikan.
Salah satu legenda yang terkenal sampai sekarang adalah kisah kesaktian keris buatan Mpu Gandring. Keris sakti tersebut banyak menelan korban, termasuk pembuatnya. Mpu Gandring dihabisi degan sadis oleh pemesan keris tersebut, Ken Arok. Sejak itu, keris Mpu Gandring tidak berhenti meminta tumbal yang haus kekuasaan, termasuk Ken Arok dan keturunannya. Konon, katanya, keris tersebut kemudian dibuang ke laut dan berubah wujud menjadi seekor naga. Wahh mistis banged deh!
Ternyata sampai saat ini pun masih banyak pembuat keris sakti alias keris pusaka. Pembuatannya pun harus melalui tahap yang berat seperti mencocokkan tanggal lahir dan tujuan si pemesan, berpuasa, melakukan perhitungan dengan penanggalan Jawa, dan banyak ritual lainnya. Legenda keris Mpu Gandring pun dipegang teguh sampai sekarang, bahwa keserakahan akan berujung pada kehancuran.
Firaun

Jangan pernah coba-coba mengutak-atik mummy Firaun beserta barang peninggalannya, kalau kita gak mau bernasib sama seperti Carnarvon. Pembesar Inggris ini, konon mendadak meninggal dunia setelah membongkar kuburan Tutankhamun, salah satu Firaun pada tahun 1923. Anehnya lagi, di hari Carnarvon meninggal, seluruh listrik di Kairo pun padam tanpa ada yang tahu penyebabnya.
Tutankhamun merupakan Raja Mesir yang memiliki kisah tragis. Diangkat sebagai Firaun ketika berumur 9 tahun, ia hanya sempat sekejap merasakan kekuasaan. Belum genap 19 tahun, ajla menjemputnya. Penyebab kematiannya masih belum mencapai titik terang, walaupun banyak yang percaya akan adanya konspirasi pembunuhan sadis terhadap raja belia tersebut.
Misteri Tutankhamun pun terus berlanjut hingga kini. Katanya, terdpat kutukan bahwa barangsiapa yang mengganggu sang raja dalam tidur panjangnya, akan merasakan kemalangan. Walaupun banyak yang meragukan kutukan tersebut, hal aneh terus terjadi. Seorang petugas berkebangsaan Amerika yang membawa topeng Tutankhamun kabarnya mendadak terserang stroke, dan seorang pemuda Jerman yang nekat mencuri salah satu harta karun Tutankhamun mati dengan mengenaskan. Masih berani coba-coba ???
Kesenian Mesir Kuno
00.53Bangsa Mesir mempunyai kepercayaan dengan berbagai kultus (pemujaan), yaitu kultus kematian, kultus Raja dan kultus Dewa, merekapun termasuk penganut Polytheisme (banyak Dewa), seperti Dewa Amon, Dewa Osiris, Dewa Hours, Dewa Isis, Dewi Hather dan
sebaginya, dan dari kegiatan – kegiatan kepercayaan itulah muncul seni Mesir yang bersifat sacral, penuh magis dan misteri, mulai dari pembuatan mumi, seni lukis, seni patung sampai pada bangunan – bangunan yang monumental dan raksasa. Terutama seni bangunan dan seni patung dibuat dari batu kapur dan batu granit. Sehingga peninggalan – peninggalannya masih dapat kita lihat sampai sekarang
a. Seni Bangunan (bangunan makan dan kuil) Mesir kuno
Bangunan makam yang disebut pyramid didirikan dari susunan batu kapur berbentuk limas segi empat yang didalamnya terdapat gang – gang / lorong menuju ke kamar Raja (Mummi Firaon), kamar premaisuri dan kamar harta. Salah satu Pyramid yang terkenal yaitu pyramid Khufu di Ghizah yang dianggap sebagi keajaiban dunia
Bangunan kuil di Mesir ada dua jenis, yaitu;
- Kuil lapangan, contohnya Kuil Amon Re di Karnak
- Kuil Korokan (kuil yang dipahatkan pada bukit karang), contohnya kuil Ramses II di Abu Simbel
b. Seni Patung Mesir Kuno
Berdasarkan sikap tubuhnya, patung Mesir dibedakan menjadi:
- Patung Kourus, yaitu patung Dewa/Raja, memakai tutup kepala berdiri tegap, tangan kanan dikepalkan disamping dan kaki kirinya dilangkahkan kedepan
- Patung kore, yaitu patung Dewi/ratu yang ciri – cirinya sama dengan kourus hanya kaki kirinya tidak melangkah dan berpakain lengkap. patung dalam bentuk lain disebut Sphynx, yaitu patung berkepala Raja berbadan singa
c. Seni relief / Lukis Mesir Kuno
Ditemukan pada lembaran papyrus, peti mati dan dinding. Kesan yang ditampilkan bersifat dekoratifilustratif dan simbolis. Sedangkan cara menggambar objeknya yaitu:
- Bersifat ideoplastis, mengungkapkan apa yang dipikirkan dan bukan yang dilihat sebenarnya
- Menggunakan prespektif batin, artinya menggambarkan besar kecilnya objek bukan ditentukan oleh jarak pandangan melainkan berdasarkan martabat orang yang digambarkan. Misalnya gambar seorang Raja lebih besar dari pada rakyatnya
d. Seni Musik dan Seni ari Mesir Kuno
Sesuai dengan perkembangan kebudayaan merekapun pada saat itu sudah mengenal seni Tari dan musik. Hal ini berdasarkan pahatn mereka (relief) pada dinding bangunan. Diantaranya terdapat adegan yang sedang memainkan suling dan harva serta adegan Tari Tarian ritual sesuai dengan kepercayaan mereka pada saat itu
Kondisi Sosial Budaya Daerah Kalimantan Barat
04.51| Kondisi Sosial Budaya Daerah Kalimantan Barat Pendidikan Salah satu indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan sumber daya manusia adalah melalui sektor pendidikan. Perkembangan dunia pendidikan di Kalimantan Barat tampaknya cukup memprihatinkan terutama di tingkat pendidikan dasar. Jumlah prasarana SD terus bertambah menjadi 3.972 selama tahun 2007/2008, demikian pula jumlah muridnya mengalami peningkatan 6,44 persen dari tahun sebelumnya atau dari 574.551 murid pada tahun 2005/2006 menjadi 593.812 murid pada tahun 2007/2008.
Terjadi penurunan pada jumlah tenaga pengajar (guru) tingkat SD. Pada tahun 2005/2006 jumlah guru sebanyak 28.573 orang, periode berikutnya menurun menjadi 28.559 orang. Pada tahun 2005/2006 rasio murid-guru sebanyak 20, artinya satu orang guru dibebani mengajar murid sebanyak 20 orang. Tahun 2007/2008 rasio tersebut meningkat menjadi 21. Demikian juga untuk rasio guru terhadap sekolah, pada tahun 2005/2006 satu sekolah tersedia kurang dari 7 orang guru.Kondisi tahun 2007/2008 tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Untuk tingkat SLTP jumlah prasarana bertambah menjadi 853 buah atau meningkat 10,63 persen dan jumlah murid bertambah menjadi 168.230 orang meningkat sekitar 6,05 persen dari 2006/2007. Demikian halnya untuk jumlah guru pada tahun 2007/2008 mengalami penurunan sebesar 9,26 persen dari tahun 2006/2007. Untuk jenjang pendidikan menengah atas SMU, jumlah sekolah mengalami peningkatan dari tahun 2006/2007 sebanyak 30 buah. Dan untuk jumlah murid mengalami peningkatan dari tahun 2006/2007 sebanyak 70.550 orang menjadi 73.241 orang pada tahun 2007/2008. Jenjang pendikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jumlah sekolah,murid dan guru mengalami penurunan. Pada tahun 2006/2007 jumlah guru 4.979 orang menurun menjadi 2.533 orang pada tahun 2007/2008. Jumlah sekolah meningkat dari 107 buah di tahun 2006/2007 menjadi 115 buah pada tahun 2007/2008, sedangkan untuk jumlah murid sebelumnya berjumlah 68.247 menurun menjadi 28.592 pada tahun 2007/2008 Kesehatan & Keluarga Berencana Salah satu kebijaksanaan pemerintah di bidang kesehatan adalah dengan menyediakan berbagai infrastruktur dan pengadaan tenaga-tenaga kesehatan dalam usaha untuk meningkatkan derajat kesehatan umum. Usaha ini ditujukan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat, sekaligus dalam rangka usaha pembinaan dan peningkatan mutu fisikal sumber daya manusia dan Indonesia Sehat 2010. Rumah sakit merupakan salah satu prasarana kesehatan yang paling vital di Kalimantan Barat. Sarana kesehatan lain yang tidak kalah pentingnya adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi. Kalimantan Barat pada 2007 tercatat sebanyak 211 buah, Puskesmas Pembantu 768 buah dan Puskesmas Keliling sebanyak 759 buah. Sedangkan jumlah Rumah Sakit pada tahun yang sama sebanyak 31 buah, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 2.741 buah. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu usaha langsung yang ditujukan untuk mengurangi tingkat kelahiran terutama melalui program penggunaan alat kontrasepsi secara konsisten dan berkesinambungan. Disamping itu, program KB ini bertujuan membangun keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Adapun realisasi jumlah akseptor baru pada 2007 sebanyak 93.597 PUS (pasangan usia subur), jumlah ini lebih rendah dari target, sebab akseptor menurun sedangkan target yang ditentukan semakin besar. Untuk target hanya mencapai 98.200 dan menurun 23 persen dari target yang dicapai tahun sebelumnya. Agama dan Perkawinan Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia menjamin kehidupan beragama dan senantiasa mengembangkan kerukunan hidup antar pemeluk agama dan kepercayaan. Kehidupan beragama diarahkan kepada peningkatan akhlak dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membangun masyarakat yang religius dan sekaligus mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang dapat menghambat kemajuan bangsa. Untuk itu, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai bagi semua umat serta peningkatan pelayanan bagi kepentingan pelaksanaan ibadah keagamaan. Mencakup prasarana beribadah, serta pelayanan yang menyangkut perkawinan. Di bidang prasarana sampai 2007 tampaknya semakin banyak berdiri prasarana beribadah. Masjid misalnya, mencapai jumlah 3.271,gereja Khatolik sebanyak 1.593 buah dan sedangkan gereja Kristen berjumlah 2.657 buah . Jumlah jemaah haji tahun 2006 sebanyak 2.298 orang yang terdiri atas 1.105 orang laki-laki dan 1.193 orang perempuan. Angka ini meningkat dibanding dengan tahun 2005 yang berjumlah 2.264 orang. Kesejahteraan Sosial Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah bukan hanya diarahkan pada usaha pembangunan fisik saja, melainkan juga mengupayakan tingkat kesejahteraan sosial masyarakat yang lebih baik. Usaha tersebut menyangkut masalah hak fakir miskin, penderita cacat, korban bencana alam dan penyandang masalah sosial lainnya untuk mendapat pelayanan tersendiri/khusus dari pemerintah sesuai dengan azas Pancasila dan UUD 1995 Pada tahun 2004, realisasi -masing mencapai 35.467 orang lebih tinggi penyantunan lanjut usia (lansia) serta anak terlantar masing dibanding tahun 2004 yaitu sebesar 29.450 jiwa (Tabel 5.4.3.). Sedangkan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 berdasarkan laporan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat tidak ada bencana alam yang terjadi di Kalimantan Barat. Keamanan dan ketertiban Penyebab terjadinya tindak kejahatan yaitu dikarenakan adanya niat dan kesempatan. Sebagai indikator keamanan, maka statistik kriminal perlu diamati dari waktu ke waktu, karena semakin tinggi frekuensi tindak kriminal akan merupakan ancaman yang serius terhadap keamanan dan ketertiban umum. Jenis kejahatan yang paling banyak dilaporkan pada tahun 2006 adalah pencurian (933 kasus) kemudian diikuti oleh penipuan (440 kasus). Perumahan dan Lingkungan Hidup Kualitas rumah tinggal secara umum ditentukan oleh kualitas bahan bangunan yang digunakan yang secara nyata mencerminkan tingkat kesejahteraan penghuninya. Hasil Susenas tahun 2006 meng gambarkan bahwa luas lantai yang paling banyak ditempati oleh rumah tangga adalah yang mempunyai luas lantai antara 20 - 49 m2 (55,79 persen) dan 50 - 99 m2 (34,40 persen). Penerangan rumah yang terbesar di Kalimantan Barat yaitu menggunakan Listrik / PLN (70,60 %). Sedangkan sumber air minum yang terbesar berasal dari air hujan / lainnya (38,43%). Indikator UNFPA Pada Country Programme 7 ( CP-7 ) yaitu periode 2006-2010, indikator UNFPA yang meliputi indikator Kependudukan, Kesehatan produksi, Kesehatan produksi remaja, Keluarga Berencana (KB), Gender, Kemiskinan dan HIV / AIDS dimasukkan ke dalam salah satu sub.bab Sosial pada penyusunan KDA 2007. Hal ini dimaksudkan agar penyebaran informasinya dapat lebih luas, atau tidak hanya terbatas pada dinas / instansi penyelenggara program. Pada tahun 2006, jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Barat diprediksi sebanyak 4,12 juta jiwa atau meningkat sekitar 1,63 persen dibandingkan dengan tahun 2005. Sebagian penduduk bermukim dipedesaan dan rasio jenis kelamin sekitar 105. Tingkat kelahiran sekitar 21,54 jiwa dan tingkat kematian sekitar 5,51 jiwa per seribu (1.000) penduduk pada tahun 2005. Sedangkan umur harapan hidup perempuan 68 tahun relatip lebih lama dibanding laki-laki yaitu 66 tahun. Fenomena demografi tersebut didukung olah tingkat kematian bayi, dimana IMR laki-laki 43,73 relatif lebih banyak dibanding perempuan sebesar 33,14 bayi per seribu (1.000) kelahiran hidup pada tahun 2005. |
Integrasi Kebudayaan Luar Untuk Meningkatkan Budaya Sendiri Melalui Komunitas Global
04.48Kebudayaan tidak pernah mempunyai bentuk yang abadi, tetapi terus menerus berganti-gantinya alam dan zaman. (Dewantara; 1994)
Kebudayaan atau culture adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Kebudayaan sifatnya bermacam-macam, akan tetapi oleh karena semuanya adalah buah adab (keluhuran budi), maka semua kebudayaan selalu bersifat tertib, indah berfaedah, luhur, memberi rasa damai, senang, bahagia, dan sebagainya. Kebudayaan dapat dibagi menjadi 3 macam dilihat dari keadaan jenis-jenisnya:
• Hidup-kebatinan manusia, yaitu yang menimbulkan tertib damainya hidup masyarakat dengan adat-istiadatnya yang halus dan indah; tertib damainya pemerintahan negeri; tertib damainya agama atau ilmu kebatinan dan kesusilaan.
• Angan-angan manusia, yaitu yang dapat menimbulkan keluhuran bahasa, kesusasteraan dan kesusilaan.
• Kepandaian manusia, yaitu yang menimbulkan macam-macam kepandaian tentang perusahaan tanah, perniagaan, kerajinan, pelayaran, hubungan lalu-lintas, kesenian yang berjenis-jenis; semuanya bersifat indah (Dewantara; 1994).
Kebudayaan adalah aspek yang sangat penting bagi suatu bangsa. Mengapa? Karena Kebudayaan juga merupakan jati diri dari bangsa itu sendiri. Bagaimana kebudayaan Indonesia sebenarnya berkembang dari jaman dahulu hingga sekarang? Berikut ini akan penulis kutipkan mengenai sejarah nenek moyang bangsa Indonesia dari tulisan Mochtar Lubis pada tahun 1986 dalam pidato kebudayaannya yang berjudul “Situasi Akar Budaya Kita”.
Nenek moyang kita adalah bagian dari arus perpindahan manusia yang bergerak di zaman lampau yang telah hilang sebagai hilangnya bayangan wayang dari layar sejarah, bergerak dari bagian Timur Eropa Tengah dan bagian Utara wilayah Balkan sekitar laut Hitam ke arah timur, mencapai Asia, masuk ke Tiongkok. Dan di Tiongkok arus perpindahan ini bercabang-cabang ke utara, timur dan selatan.
Arus selatan mencapai daerah Yunan, sedang bagian timur mencapai laut Indo Cina. Di sinilah tempat lahirnya budaya asal Indonesia. Manusia-manusia yang berpindah dan bergerak ke Asia dari Eropa Tengah dan Wilayah Balkan itu adalah orang Tharacia, Iliria, Cimeria, Kakusia, dan mungkin termasuk orang Teuton, yang memulai perpindahan mereka di abad ke-9 hingga abad ke-8 sebelum nabi Isa. Mereka membawa keahlian membuat besi dan perunggu.
Nenek moyang orang Indonesia yang telah berada terlebih dahulu dari mereka di daerah Dongson ini telah mengembangkan seni monumental tanpa banyak ornamentik yang dekoratif. Dari pendatang-pendatang baru ini mereka mengambil alih, menerima, dan mencernakan seni ornamentik pendatang-pendatang dari barat ini. Tidak saja dalam ornamentik, akan tetapi juga dalam hiasan tenunan (amat banyak persamaan antara hiasan tenun Indonesia dan Balkan umpamanya), dan juga dalam musik dan nyayian. Jaap Kunst, seorang ahli musik, juga ahli musik Indonesia mengindentifikasikan persamaan nyayian rakyat di pulau Flores dengan nyanyian rakyat di bagian timur Yugoslavia (Balkan). Kebudayaan Dongson menunjukkan lebih banyak persamaan dan kaitan dengan budaya Eropa dibanding budaya Cina.
Nenek moyang Dongson inilah yang bergerak ke selatan, dan kemudian mencapai Nusantara. Di Nusantara hampir tidak ada perpisahan antara zaman perunggu dan zaman besi. Hal ini sama juga terjadi di Indo Cina. Dalam penggalian situs-situs purbakala, perunggu dan besi selalu ditemukan bersama-sama. Hulu pisau dongson banyak berbentuk manusia, seperti keris Majapahit. Bentuk hulu pisau yang serupa juga ditemukan di Holstein (Jerman), Denmark, dan di Kauskasus.
Tetapi, sebelum nenek moyang dari Dongson turun ke Nusantara, kelompok-kelompok manusia lain telah terlebih dahulu datang. Selama zaman es terakhir, kurang lebih 15.000 tahun sebelum Masehi, sejarah bumi Nusantara menunjukkan bahwa sebagian besar Nusantara bagian barat menyatu dengan daratan Asia Tenggara, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan wilayah yang kini laut Jawa. Ketika es berakhir, permukaan laut naik kembali, dan terbentuklah gugusan pulau-pulau seperti yang kita kenal kini. Sejarah bumi Nusantara telah berpengaruh besar pada perkembangan manusia Melayu-Polinesia. Mereka menjadi bangsa maritim, yang kurang lebih 1000 tahun sebelum nabi Isa megarungi Samudera Hindia. Manuskrip tua Hebrew dari masa akhir 2000 dan permulaan 1000 sebelum tahun Nabi Isa telah menyebut perdagangan kulit manis dari berbagai tempat sepanjang pantai timur Afrika.
Dalam melakukan ini, mereka juga telah membawa berbagai kekayaan budaya ke Madagaskar dan Afrika. Di Madagaskar mereka telah menetap di belahan barat pulau itu. Hingga kini masih terlihat berbagai persamaan kata antara bahasa Madagaskar dan bahasa suku Manyaan di Kalimantan. Ke timur, nenek moyang Melayu-Polinesia ini berlayar jauh ke pedalaman pasifik, menetap di berbagai kepulauan, dan mereka paling ke timur mencapai Easter Island, pulau terjauh ke timur dari Nusantara.
Dari pemaparan di atas jelaslah bahwa budaya bangsa kita berakar jauh ke zaman prasejarah. Jelas pula bahwa kita telah mewarisi budaya dunia yang ada di masa itu, di samping nenek moyang kita telah memberi pula sumbangan pada budaya-budaya bangsa lain di seberang Samudera Hindia, serta menciptakan berbagai budaya di Madagaskar, dan di kepulauan-kepulauan Samudera Pasifik.
Tantangan kita sebagai Rakyat Indonesia
Mengingat dari sejarah kebudayaan kita ini sebagai pewaris langsung dari mereka, apakah kita harus merasa gentar menghadapi abad ke 21 dan seterusnya?Seharusnya TIDAK! Kita harus berani memeriksa diri secara cermat, kita harus berani keluar dari zona nyaman kita, kita harus banyak belajar dan mengaplikasikan apa yang kita pelajari tersebut. Apa kekurangan-kekurangan kita kini, hingga kita tidak memiliki kemampuan, keberanian dan daya cipta untuk berbuat yang besar-besar bagi bangsa kita dan umat manusia hari ini?
Apa yang dapat dilakukan oleh bangsa ini?
Apa yang dapat saya lakukan sebagai salah satu warganegara bangsa ini?
Sebelum menjawab pertanyaan – pertanyaan di atas, coba kita telaah terlebih dahulu bagaimana kebudayaan barat yang mulai masuk dan berkembang di negara kita.
Kebudayaan Barat Di Indonesia
Proses akulturasi di Indonesia tampaknya beralir secara simpang siur, dipercepat oleh usul-usul radikal, dihambat oleh aliran kolot, tersesat dalam ideologi-ideologi, tetapi pada dasarnya dilihat arah induk yang lurus: ”the things of humanity all humanity enjoys”. Terdapatlah arus pokok yang dengan spontan menerima unsur-unsur kebudayaan internasional yang jelas menguntungkan secara positif.
Akan tetapi pada refleksi dan dalam usaha merumuskannya kerap kali timbul reaksi, karena kategori berpikir belum mendamaikan diri dengan suasana baru atau penataran asing. Taraf-taraf akulturasi dengan kebudayaan Barat pada permulaan masih dapat diperbedakan, kemudian menjadi overlapping satu kepada yang lain sampai pluralitas, taraf, tingkat dan aliran timbul yang serentak. Kebudayaan Barat mempengaruhi masyarakat Indonesia, lapis demi lapis, makin lama makin luas lagi dalam (Bakker; 1984).
Apakah kebudayaan Barat modern semua buruk dan akan menggerogoti Kebudayaan Nasional yang kita gagas? Oleh karena itu, kita perlu merumuskan definisi yang jelas tentang Kebudayaan Barat Modern. Frans Magnis Suseno dalam bukunya ”Filsafat Kebudayan Politik”, membedakan tiga macam Kebudayaan Barat Modern:
- Kebudayaan Teknologi Modern
Kebudayaan Teknologis Modern itu kontradiktif. Dalam arti tertentu dia bebas nilai, netral. Bisa dipakai atau tidak. Pemakaiannya tidak mempunyai implikasi ideologis atau keagamaan. Seorang Sekularis dan Ateis, Kristen Liberal, Budhis, Islam Modernis atau Islam Fundamentalis, bahkan segala macam aliran New Age dan para normal dapat dan mau memakainya, tanpa mengkompromikan keyakinan atau kepercayaan mereka masing-masing. Kebudayaan Teknologis Modern secara mencolok bersifat instumental. - Kebudayaan Modern Tiruan
Kebudayaan Modern Tiruan itu terwujud dalam lingkungan yang tampaknya mencerminkan kegemerlapan teknologi tinggi dan kemodernan, tetapi sebenarnya hanya mencakup pemilikan simbol-simbol lahiriah saja, misalnya kebudayaan lapangan terbang internasional, kebudayaan supermarket (mall), dan kebudayaan Kentucky Fried Chicken (KFC).
Kebudayaan Modern Tiruan hidup dari ilusi, bahwa asal orang bersentuhan dengan hasil-hasil teknologi modern, ia menjadi manusia modern. Padahal dunia artifisial itu tidak menyumbangkan sesuatu apapun terhadap identitas kita. Identitas kita malahan semakin kosong karena kita semakin membiarkan diri dikemudikan. Selera kita, kelakuan kita, pilihan pakaian, rasa kagum dan penilaian kita semakin dimanipulasi, semakin kita tidak memiliki diri sendiri. Itulah sebabnya kebudayaan ini tidak nyata, melainkan tiruan, blasteran. - Kebudayaan-Kebudayaan Barat
Kita keliru apabila budaya blastern kita samakan dengan Kebudayaan Barat Modern. Kebudayaan Blastern itu memang produk Kebudayaan Barat, tetapi bukan hatinya, bukan pusatnya dan bukan kunci vitalitasnya. Ia mengancam Kebudayaan Barat, seperti ia mengancam identitas kebudayaan lain, akan tetapi ia belum mencaploknya. Italia, Perancis, Spanyol, Jerman, Belanda bahkan barangkali juga Amerika Serikat masih mempertahankan kebudayaan khas mereka masing-masing. Meskipun di mana-mana orang minum Coca Cola, kebudayaan itu belum menjadi Kebudayaan Coca Cola.
Orang yang sekadar tersenggol sedikit dengan kebudayaan Barat palsu itu, dengan demikian belum mesti menjadi orang modern. Ia juga belum akan mengerti bagaimana orang Barat menilai, apa cita-citanya tentang pergaulan, apa selera estetik dan cita rasanya, apakah keyakinan-keyakinan moral dan religiusnya, apakah paham tanggung jawabnya (Suseno; 1992
Dalam pemaparan tentang akar budaya di atas tadi telah kita ketahui bahwa nenek moyang kita adalah nenek moyang yang tangguh dan bangsa ini telah mampu melakukan akulturasi secara positif sehingga kita bisa mengintegrasikan kebudayaan luar untuk meningkatkan budaya sendiri. Namun kita harus melihat secara riil bagaimanakah keadaan budaya kita hari ini.
Sajiman Surjohadiprojo dalam pidato kebudayaannya di tahun 1986 menyampaikan tentang persoalan kita hari ini, yaitu kurang kuatnya kemampuan mengeluarkan energi pada manusia Indonesia. Hal ini mengakibatkan kurang adanya daya tindak atau kemampuan berbuat. Rencana konsep yang baik, hasil dari otak cerdas, tinggal dan rencana dan konsep belaka karena kurang mampu untuk merealisasikannya. Akibat lainnya adalah pada disiplin dan pengendalikan diri. Lemahnya disiplin bukan karena kurang kesadaran terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku, melainkan karena kurang mampu untuk membawakan diri masing-masing menetapi peraturan dan ketentuan yang berlaku. Kurangnya kemampuan mengeluarkan energi juga berakibat pada besarnya ketergantungan pada orang lain. Kemandirian sukar ditemukan dan mempunyai dampak dalam segala aspek kehidupan termasuk kepemimpinan dan tanggung jawab.
Menurut beliau kelemahan ini merupakan Kelemahan Kebudayaan. Artinya, perbaikan dari keadaan lemah itu hanya dapat dicapai melalui pendekatan budaya. Pemecahannya harus melalui pendidikan dalam arti luas dan Nation and Character Building (Surjohadiprodjo, dalam ”Pembebasan Budaya-Budaya Kita; 1999).
Mochtar Lubis juga dalam kesempatan yang sama saat Temu Budaya tahun 1986, menyampaikan bahwa kondisi budaya kita hari ini ditandai secara dominan oleh ciri:
- Kontradiksi gawat antara asumsi dan pretensi moral budaya Pancasila dengan kenyataan.
- Kemunafikan.
- Lemahnya kreativitas.
- Etos kerja brengsek.
- Neo-Feodalisme.
- Budaya malu telah sirna ( Lubis, 1999).
Komunitas Global Sebagai Sarana untuk Integrasi Budaya Luar
Komunitas global tentunya mempunyai peran yang sangat penting dalam proses memperkenalkan budaya asing kepada negara lain. Komunitas yang pastinya terdiri dari orang – orang atau mahasiswa yang berasal dari berbagai Negara di segala penjuru dunia ini akan sangat bermanfaat untuk memberikan opini / ide – ide untuk bertukar informasi mengenai budaya yang berkembang di Negara mereka masing.
Budaya barat nampaknya mendapatkan penilaian yang negatif dari bangsa kita, dan juga dalam kenyataan nya, banyak diantara kita yang justru “terjebak” dalam budaya barat tersebut. Sebagai contoh adalah adanya budaya untuk tidur bersama (kumpul kebo) sebelum mengikat janji pernikahan. Tentu saja ini adalah budaya yang sangat tidak baik. Namun, di balik budaya barat yang negative tersebut ada banyak budaya mereka yang posititf dan patut kita contoh.
Lalu kalau seperti itu, apa peran komunitas global pada kita?
Warganegara yang berasal dari Negara-negara maju tentunya banyak memiliki karakter-karakter dan juga budaya yang sangat bermanfaat untuk dapat kita lihat dan contoh seperti budaya mereka untuk menghargai waktu, datang tepat waktu apabila ada janji dengan seseorang. Saya merasa bangsa kita ini perlu belajar banyak dalam hal disiplin. Dan kalau masalah disiplin kita dapat belajar banyak dari kebudayaan bangsa Jepang. Orang jepang sangat disiplin dalam waktu dan berbagai hal. Mereka sangat tidak suka untuk terlambat apabila ada janji atau kegiatan lainnya.
Apabila kita lihat dari tulisan Mochtar Lubis yang mengatakan ada 6 kondisi budaya kita yang terjadi saat ini, 4 di antaranya adalah Kemunafikan, Lemahnya kreativitas, Etos kerja brengsek, Budaya malu telah sirna. Dari 4 kondisi ini mungkin kita dapat belajar banyak dari budaya beberapa Negara maju melalui komunitas global ini. Tentunya dalam komunitas itu kita dapat memperhatikan bagaimana warganegara dari Negara-negara lain dalam menjalankan hari-hari nya dan tentunya kita dapat langsung bertukar pikiran untuk mengatasi hal ini.
Mungkin kita dapat belajar dari bangsa A mengenai tingginya kreativitas mereka dalam menciptakan suatu produk atau karya seni atau apa pun itu. Kita juga dapat belajar dari bangsa B bagaimana etos kerja mereka sangat baik sehingga menghasilkan ekonomi Negara mereka semakin maju dan berkembang. Kemudian kita dapat belajar dari bangsa C, D, atau E mengenai budaya-budaya lain yang tentunya positif dan dapat berguna untuk membangun bangsa ini.
Pastinya akan lebih banyak lagi hal-hal yang dapat dipelajari apabila kita berada dalam komunitas global, akan banyak pengetahuan baru yang kita dapat. Pola pikir dan cara pandang dalam menghadapi masalah juga akan berbeda untuk setiap bangsa dalam menyikapinya. Dan apabila kita dapat mengintegrasikan kebudayaan luar yang positif ke kebudayaan bangsa kita, tentunya saya yakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang lebih maju dan berkembang dari pada sebelumnya.
Oleh karena itu, apabila saya mendapat kesempatan untuk berada di komunitas global, saya akan melakukan seperti yang saya tuliskan di atas dan tentunya saya juga bermimpi bila sudah masuk di komunitas itu saya akan mengobservasi dan menggali dalam-dalam ide-ide mereka serta kebudayaan mereka yang positif dan menuangkan nya dalam bentuk tulisan agar dapat dilihat dan dibaca oleh banyak orang terutama bangsa Indonesia. Dan harapan saya bangsa ini dapat berkaca dari kebudayaan-kebudayaan luar yang positif guna memperbaiki kebudayaan bangsa yang kurang baik, sehingga pada akhirnya ini semua adalah untuk kemajuan bangsa kita bersama.
Referensi:
- Bakker, JWM. 1999. ”Filsafat Kebudayaan, Sebuah Pengantar”. Penerbit Kanisius; Yogyakarta.
- Dewantara, Ki Hajar. 1994. ”Kebudayaan”. Penerbit Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa; Yogyakarta.
- Sarjono. Agus R (Editor). 1999. ”Pembebasan Budaya-Budaya Kita”. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama; Jakarta. Suseno, Franz Magnis. 1992. ”Filsafat Kebudayaan Politik”. Penerbit Gramedia Pustaka Utama; Jakarta.
Musik di Usia Dini
04.47
Sejak bayi, musik sangat berpengaruh dalam perkembangan otak si kecil. Musik sangat berperan dalam meningkatkan stimulasi bagi mereka. Stimulasi yang paling baik, dalam arti mendapat respons dari janin adalah suara ibu dan musik klasik. Musik erat kaitannya dengan daya pendengaran. Stimulasi musik klasik sebaiknya dilakukan setiap hari minimal setengah jam. Musik klasik ini bisa didengarkan sambil melakukan kegiatan lain. Bagi ibu hamil yang tidak begitu menyukai musik klasik dan selalu ketiduran bila mendengarnya, tidak perlu khawatir karena janin tetap bisa mendengarkan musik itu. Musik klasik juga memberikan pengaruh positif bagi perkembangan otak si kecil. Berdasarkan artikel yang saya baca bahwa terbentuknya telinga janin diawali pada usia kehamilan 24 minggu atau 5-6 bulan. Jika seluruh bagian dari telinga telah terbentuk, maka si janin akan mendengar suara yang datang dari luar rahim, seperti layaknya kita semua. Dan yang lebih menakjubkan, ternyata dari penelitian terbukti bahwa janin bukan saja mendengar, tapi juga memberikan respons terhadap segala suara yang didengarnya. Jadi, bila mendengar suara musik dari luar, maka si janin akan meresponsnya.
Selain itu, berdasarkan perkembangan embriologi, otak terdiri dari dua belahan, otak kanan dan otak kiri, yang pembentukannya dimulai pada awal-awal kehamilan sampai bayi lahir. Belahan otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik yang terdiri dari berbicara/kemampuan tata bahasa, baca-tulis-hitung, daya ingat, logika, analisis, angka dan lainnya. Karena bersifat logis, maka otak kiri berhubungan erat dengan pembentukan kecerdasan anak pada pendidikan formal. Sementara itu, belahan otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, serta sosialisasi dan pengembangan kepribadian.
Maka dari itu, perdengarkanlah musik klasik sejak dini untuk orangtua yang ingin si buah hatinya menjadi lebih cerdas peka terhadap lingkungan luar.
mengenal aliran musik
04.43
Fenomena yang terjadi didunia musik Indonesia, adanya tanggapan atau kritikan bahwa menyanyikan lagu pop mendapat predikat “cengeng”, menyanyikan lagu jazz dibilang “ngantuk”, classic dibilang “jadul”, rock/metal tidak sedikit yang bilang “kaya kesetanan”, rapp dibilang “kaya baca puisi”, Japannesse rock dibilang “niru”, dangdut dan melayu dibilang “kampungan”.
Nah karena memilih apa saja pasti ada yang mengkritik, daripada ngga jadi ngeband dan berarti ngga memiliki pemasukan, mending nekad aja dan anggap kritik itu sebagai radio butut atau paling bijaksana adalah saran yang membangun!!
Dan akhirnya ? Pop Cinta lah yang dipilih!! karena sedang banyak digemari dan disukai di Indonesia. Kalau yang digemarinya metal mungkin pilih metal!! namun mungkin sebagian band-band berpendapat bahwa daripada membawa musik yang lain tetap dikritik mending membawakan Pop saja karena biarpun dikritik, kesempatan terkenalnya lebih terbuka daripada aliran musik yang lain!! udah dikritik (karena memang musik itu tidak sesuai selera), kurang bisa jadi terkenal.
Begitu pula dengan tema lagu!! mau mengambil tema diluar cintapun pasti masih ada kritikan itu. Nah kesenjangan yang terjadi di musik Indonesia itu sebenarnya bukan cuma salah band karena kalau ditelusuri yah salah semua penggemar musik juga yang pandai sekali menghina. Selama loe hanya bisa menghina band-band maka pencerahan musik itu tidak akan pernah terjadi di Indonesia dan jangan aneh kalau musik Pop Cinta yang terus diusung band-band Indonesia.
Seharusnya jangan menjadikan kekurangan sebuah band untuk di hina tapi melengkapi dengan saran yang membangun karena mana ada sih manusia yang sempurna??
Mungkin ada yang beranggapan kalau skill dan bermusik itu yang sempurna seperti Paul Gilbert, Yngwie.J Malmsteen, Joe Satriani!! tidak salah karena gw juga pikir demikian tapi jika ditelusuri, gak sedikit yang tidak suka dengan musisi barat tersebut karena yah itu tadi musik itu bagus tidaknya sesuai selera. Enak didengar buat loe belum tentu buat orang lain dan begitu sebaliknya.
Bahkan sayapun tidak yakin kalau ke-3 gitaris handal tersebut orang Indonesia dan ngeband di Indonesia bisa disukai lebih dari band Peterpan dengan musik mereka. Bisa-bisa mereka ikut bikin lagu Pop Cengeng.
Sebenarnya ada juga yang mempunyai kemampuan mendekati ke-3 musisi handal tersebut seperti : Eet Syaharani, Sony J-Rock, Billy Mujizat, Andy Owen tapi toh musik mereka masih kalah laku sama Ungu, Peterpan, Ada Band, ST12!!
Mau gimana lagi?? musik itu ibarat agama karena sesuai yang loe sukai dan yakini bahwa yang mana yang terbaik dan terindah. Karena itu loe harus saling menghargai jika ingin musik Indonesia maju. Tapi kalau mau tetap menghina yang seleranya beda dengan loe, yah gpp toh hidup adalah pilihan!! dimana orang bebas memilih mau membuat dunia musik Indonesia tentram atau membuat kacau saja??
Susah tentunya, karena manusia khususnya di Indonesia cenderung menganggap bahwa yang tidak sesuai dengan pendapat, prinsip, dan kesenangan ADALAH SALAH ATAU SESAT ATAU TIDAK BERKUALITAS, dan kalau gw sih lebih ikutin omongan SLANK dalam lagu berikut :
Hak manusia ingin bicara, Hak manusia ingin bernyanyi, kalau sumbang janganlah didengarkan, kalau merdu ikutlah bernyanyi!! jangan ngelarang-larang, jangan banyak komentar (kalau yang membangun gpp), apalagi menghina.
asal mula seni lukis
04.35Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis. Ini disebabkan karena lukisan abstrak atau gambar sangat mudah dibuat. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.
Pada mulanya, perkembangan seni lukis(cth : abstract painting) sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu dan memasang perangkap, bercocok-tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama) adalah hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seni lukisan. Pengaruh ini terlihat dalam jenis obyek, pencitraan dan narasi di dalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki kegunaan khusus, misalnya sebagai media pencatat (lukisan dalam bentuk rupa) untuk ***langkisahkan. Saat-saat senggang pada masa prasejarah salah satunya diisi dengan menggambar dan melukis. Cara komunikasi dengan menggunakan gambar pada akhirnya merangsang pembentukan sistem tulisan karena huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambar yang kemudian disederhanakan dan dibakukan.
Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan seperti yang di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar (di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak)dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.
Keadaan Sosial Budaya
09.21Sudah sejak lama ujung barat laut Irian dan seluruh pantai utara penduduknya dipengaruhi oleh penduduk dari kepulauan Maluku (Ambon, Ternate, Tidore, Seram dan Key), maka adalah tidak mengherankan apabila suku-suku bangsa disepanjang pesisir pantai (Fak-Fak, Sorong, Manokwari dan Teluk Cenderawasih) lebih pantas digolongkan sebagai Ras Melanesia dari pada Ras Papua. Zending atau misi kristen protestan dari Jerman (Ottow & Geissler) tiba di pulau Mansinam Manokwari 5 Februari 1855 untuk selanjutnya menyebarkan ajaran agama disepanjang pesisir pantai utara Irian. Pada tanggal 5 Februari 1935, tercatat lebih dari 50.000 orang menganut agama kristen protestan. Kemudian pada tahun 1898 pemerintah Hindia Belanda membuka Pos Pemerintahan pertama di Fak-Fak dan Manokwari dan dilanjutkan dengan membuka pos pemerintah di Merauke pada tahun 1902. Dari Merauke aktivitas keagamaan misi katholik dimulai dan pada umumnya disepanjang pantai selatan Irian. Pada tahun 1933 tercatat sebanyak 7.100 orang pemeluk agama katholik. Pendidikan dasar sebagian besar diselenggarakan oleh kedua misi keagamaan tersebut, dimana guru sekolah dan guru agama umumnya berasal dari Indonesia Timur (Ambon, Ternate, Tidore, Seram, Key, Manado, Sanger-Talaud, dan Timor), dimana pelajaran diberikan dalam bahasa Melayu. Pembagian kedua kelompok agama tersebut kelihatannya identik dengan keadaan di Negeri Belanda dimana Kristen Protestan di Utara dan Kristen Katholik di Selatan.
Pendidikan mendapat jatah yang cukup besar dalam anggaran pemerintah Belanda, pada tahun-tahun terakhir masa penjajahan, anggaran pendidikan ini mencapai 11% dari seluruh pengeluaran tahun 1961. Akan tetapi pendidikan tidak disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja disektor perekonomian modern, dan yang lebih diutamakan adalah nilai-nilai Belanda dan agama Kristen. Pada akhir tahun 1961 rencana pendidikan diarahkan kepada usaha peningkatan keterampilan, tetapi lebih diutamakan pendidikan untuk kemajuan rohani dan kemasyarakatan. Walaupun bahasa "Melayu" dijadikan sebagai bahasa "Franca" (Lingua Franca), bahasa Belanda tetap diajarkan sebagai bahasa wajib mulai dari sekolah dasar, bahasa-bahasa Inggris, Jerman dan Perancis merupakan bahasa kedua yang mulai diajarkan di sekolah lanjutan.
Pada tahun 1950-an pendidikan dasar terus dilakukan oleh kedua misi keagamaan tersebut. Tercatat bahwa pada tahun 1961 terdapat 496 sekolah misi tanpa subsidi dengan kurang lebih 20.000 murid. Sekolah Dasar yang bersubsidi sebanyak 776 dengan jumlah murid pada tahun 1961 sebanyak kurang lebih 45.000 murid, dan seluruhnya ditangani oleh misi, dan pelajaran agama merupakan mata pelajaran wajib dalam hal ini. Pada tahun 1961 tercatat 1.000 murid belajar di sekolah menengah pertama, 95 orang Irian Belajar diluar negeri yaitu Belanda, Port Moresby, dan Australia dimana ada yang masuk Perguruan Tinggi serta ada yang masuk Sekolah Pertanian maupun Sekolah Perawat Kesehatan (misalnya pada Nederland Nasional Institut for Tropica Agriculture dan Papua Medical College di Port Moresby).
Walaupun Belanda harus mengeluarkan anggaran yang besar untuk menbangun Irian Barat, namun hubungan antara kota dan desa atau kampung tetap terbatas. Hubungan laut dan luar negeri dilakukan oleh perusahaan Koninklijk Paketvaart Maatschappij (KPM) yang menghubungkan kota-kota Hollandia, Biak, Manokwari, Sorong, Fak-Fak, dan Merauke, Singapura, Negeri Belanda. Selain itu ada kapal-kapal kecil milik pemerintah untuk keperluan tugas pemerintahan. Belanda juga membuka 17 kantor POS dan telekomunikasi yang melayani antar kota. Terdapat sebuah telepon radio yang dapat menghubungi Hollandia-Amsterdam melalui Biak, juga ditiap kota terdapat telepon. Terdapat perusahaan penerbangan Nederland Nieuw Guinea Luchvaart Maatschappij (NNGLM) yang menyelenggarakan penerbangan-penerbangan secara teratur antara Hollandia, Biak, Manokwari, Sorong, Merauke, dan Jayawijaya dengan pesawat DC-3, kemudian disusul oleh perusahaan penerbangan Kroonduif dan Koniklijk Luchvaart Maatschappij (KLM) untuk penerbangan luar negeri dari Biak. Sudah sejak tahun 1950 lapangan terbang Biak menjadi lapangan Internasional. Selain penerbangan tersebut, masih terdapat juga penerbangan yang diselenggarakan oleh misi protestan yang bernama Mission Aviation Fellowship (MAF) dan penerbangan yang diselenggarakan oleh misi Katholik yang bernama Associated Mission Aviation (AMA) yang melayani penerbangan ke pos-pos penginjilan di daerah pedalaman. Jalan-jalan terdapat disekitar kota besar yaitu di Hollandia 140 Km, Biak 135 Km, Manokwari 105 Km, Sorong 120 Km, Fak-Fak 5 Km, dan Merauke 70 Km.
Mengenai kebudayaan penduduk atau kultur masyarakat di Irian Barat dapat dikatakan beraneka ragam, beberapa suku mempunyai kebudayaan yang cukup tinggi dan mengagumkan yaitu suku-suku di Pantai Selatan Irian yang kini lebih dikenal dengan suku "ASMAT" kelompok suku ini terkenal karena memiliki kehebatan dari segi ukir dan tari. Budaya penduduk Irian yang beraneka ragam itu dapat ditandai oleh jumlah bahasa lokal khususnya di Irian Barat. Berdasarkan hasil penelitian dari suami-isteri Barr dari Summer Institute of Linguistics (SIL) pada tahun 1978 ada 224 bahasa lokal di Irian Barat, dimana jumlah itu akan terus meningkat mengingat penelitian ini masih terus dilakukan. Bahasa di Irian Barat digolongkan kedalam kelompok bahasa Melanesia dan diklasifikasikan dalam 31 kelompok bahasa yaitu:
Tobati, Kuime, Sewan, Kauwerawet, Pauwi, Ambai, Turu, Wondama, Roon, Hatam, Arfak, Karon, Kapaur, Waoisiran, Mimika, Kapauku, Moni, Ingkipulu, Pesechem, Teliformin, Awin, Mandobo, Auyu, Sohur, Boazi, Klader, Komoron, Jap, Marind-Anim, Jenan, dan Serki. Jumlah pemakai bahasa tersebut diatas sangat bervariasi mulai dari puluhan orang sampai puluhan ribu orang.
Secara tradisional, tipe pemukiman masyarakat Irian Barat dapat dibagi kedalam 4 kelompok dimana setiap tipe mempunyai corak kehidupan sosial ekonomi dan budaya tersendiri.
-
Penduduk pesisir pantai;
Penduduk ini mata pencaharian utama sebagai Nelayan disamping berkebun dan meramu sagu yang disesuaikan dengan lingkungan pemukiman itu. Komunikasi dengan kota dan masyarakat luar sudah tidak asing bagi mereka. -
Penduduk pedalaman yang mendiami dataran rendah;
Mereka termasuk peramu sagu, berkebun, menangkap ikan disungai, berburu dihuta disekeliling lingkungannya. Mereka senang mengembara dalam kelompok kecil. Mereka ada yang mendiami tanah kering dan ada yang mendiami rawa dan payau serta sepanjang aliran sungai. Adat Istiadat mereka ketat dan selalu mencurigai pendatang baru. -
Penduduk pegunungan yang mendiami lembah;
Mereka bercocok tanam, dan memelihara babi sebagai ternak utama, kadang kala mereka berburu dan memetik hasil dari hutan. Pola pemukimannya tetap secara berkelompok, dengan penampilan yang ramah bila dibandingkan dengan penduduk tipe kedua (2). Adat istiadat dijalankan secara ketat dengan "Pesta Babi" sebagai simbolnya. Ketat dalam memegang dan menepati janji. Pembalasan dendam merupakan suatu tindakan heroisme dalam mencari keseimbangan sosial melalui "Perang Suku" yang dapat diibaratkan sebagai pertandingan atau kompetisi. Sifat curiga tehadap orang asing ada tetapi tidak seketat penduduk tipe 2 (kedua). -
Penduduk pegunungan yang mendiami lereng-lereng gunung;
Melihat kepada tempat pemukimannya yang tetap di lereng-lereng gunung, memberi kesan bahwa mereka ini menempati tempat yang strategis terhadap jangkauan musuh dimana sedini mungkin selalu mendeteksi setiap makhluk hidup yang mendekati pemukimannya. Adat istiadat mereka sangat ketat, sebagian masih "KANIBAL" hingga kini, dan bunuh diri merupakan tindakan terpuji bila melanggar adat karena akan menghindarkan bencana dari seluruh kelompok masyarakatnya. Perang suku merupakan aktivitas untuk pencari keseimbangan sosial, dan curiga pada orang asing cukup tinggi juga.
Dalam berbagai kebudayaan dari penduduk Irian ada suatu gerakan kebatinan yang dengan suatu istilah populer sering disebut cargo cults. Ada suatu peristiwa gerakan cargo yang paling tua di Irian Jaya pada tahun 1861 dan terjadi di Biak yang bernama "KORERI". Peristiwa atau gerakan cargo terakhir itu pada tahun 1959 sampai tahun 1962 di Gakokebo-Enarotali (kabupaten Paniai) yang disebut " WERE/WEGE" sebagaimana telah dikemukakan bahwa gerakan ini yang semula bermotif politik.
Pada waktu Belanda meniggalkan Irian Barat, posisi-posisi baik dibidang pemerintahan, pembangunan (dinas-jawatan) baik sebagai pimpinan maupun pimpinan menengah diserahterimakan kepada putra daerah (orang Papua/Irian Barat) sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Juga seluruh rumah dan harta termasuk gedung dan tanah milik orang Belanda itu diserahkan kepada kenalan mereka orang Papua (pembantu dan teman sekerja) untuk dimiliki, karena mereka tidak bisa menjualnya dan juga tidak ada pembeli pada masa itu.
Belanda juga meninggalkan ekses konflik antara suku-suku besar sebagai akibat dari aktivitas politik yaitu pertentangan antara "Elite Pro-Papua" dan "Elite Pro-Indonesia" yang ditandai dengan pertentangan antara "Suku Biak lawan Suku Serui, Suku tanah Merah-Jayapura lawan Suku Serui", sekalipun dalam hal ini tidak semua orang Biak itu pro-Papua, tidak semua orang Serui itu pro-Indonesia dan tidak semua orang Tanah Merah-Jayapura itu pro-Papua dan pro-Indonesia.
Berdasarkan pengalaman Belanda di Indonesia atau Hindia-Belanda dalam kemerdekaan tahun 1945, maka Belanda didalam menjajah Irian Barat sangat hati-hati sekali dalam meningkatkan kehidupan Masyarakat di berbagai bidang, dan Belanda sengaja memperlambat perkembangan di Irian Barat/Nieuw Guinea sesuai dengan permintahaan dan kebutuhan orang-orang Irian Barat. Katakanlah bahwa ini suatu bentuk "Etis-Politik Gaya Baru". Termasuk didalamnya usaha untuk membentuk "Nasionalisme Papua". Cara Belanda yang demikian itu menyebabkan orang-orang Irian Jaya tidak merasa bahwa mereka sedang dijajah sebab mereka hidup dalam suatu keadaan perekonomian yang baik dan tidak merasakan adanya penderitaan dan tekanan dari Belanda.
macam aliran musik
11.09bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
Suara
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Inggris: pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada), intensitas, dan timbre (warna bunyi).
Nada
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.
Ritme
Pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).
Melodi
Serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi dalam akord-akord tersebut).
Harmoni
Secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.
Notasi
Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk paranada, di samping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.
Pitch
Suara dapat diklasifikasikan dalam beberapa Pitch (titi nada), berdasarkan frekuensinya atau jarak yang mengacu pada pitch. Pengaturan adalah suatu proses yang dilakukan untuk not titi nada itu. Perbedaan pitch antara dua not disebut dengan interval.
Timbre
Dalam musik, Timbre adalah kualitas dari suara yang mencirikan seseorang dengan orang yang lain yang sesuai dengan spektrum suara.
World Music
Jenis musik yang menggabungkan antara western dan non-western-music. World Music berkembang sejak komponis Claude Debussy memboyong gamelan jawa ke Paris pada tahun 1889 untuk meramaikan perayaan 100 Tahun Revolusi Prancis. Pada umumnya orang mengenal istilah World Music sebagai gabungan musik etnik setempat dengan western-music atau musik (dari) barat.
Refrain
Bentuk pengulangan musik dalam sajak/syair. Penggunaan Refrain selalu dihubungkan dengan musik populer, terutama Rock n Roll, dimana sebuah lagu/musik yang berstruktur Verse-Chorus-Verse dalam tiap nyanyian. Dalam musik Refrain mempunyai dua bagian, yang berhubungan dengan lirik lagu dalam sebuah nyanyian dan nyanyian itu sendiri. Kadang Refrain memilliki kata yang berulang-ulang.
source
grace not : extra not yg tidak terlalu penting tetapi kalau dimainkan membuat lagu terdengar lebih enak dan variatif.nilai grace not sangatlah kecil
accent : memberikan penekanan pada not
staccato : short and detached (ga tau indonya,bis ujianABRSM pk inggris hehe)
legato : smooth and connected
fine : akhir lagu
lento : pelan
molto : sangat
presto : lebih cepat dr allegro
dolce : lembut
stave : 5 garis pararel pada partitur
ledger line : garis tambahan pada partitur,bisa diatas atau dibawah stave
fermata : pause pada suatu not/rest untuk jangka waktu yg tidak ditentukan (tergantung feeling yg maen)
accidental : tanda untuk menaikan/menurunkan not untuk sementara (berlaku untuk 1 bar)
kebagi 3:
sharp : naikin 1/2
flat : turunin 1/2
natural : balikin ke asal
reserved : slow to reveal emotion
sforzando : with sudden emphasis
Musik Rock (definisi)
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya
Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam: -Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya -Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Aliran-aliran musik
Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.
Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.
Musik klasik,Musik rakyat/tradisional ,Musik keagamaan ,Gambus,Kasidah,Blues,Jazz,Country
Rock ,Musik populer ,Musik dunia, Progressive rock
Progressive rock atau sering disingkat prog adalah jenis musik yang mulai berkembang pada akhir dekade 60-an dan mencapai masa jayanya di tahun 70-an, menggabungkan elemen-elemen dari rock, jazz dan musik klasik. Kadang pengaruh dari blues dan musik tradisional juga terasa.
Berawal dari eksperimentasi musisi rock saat itu, diinspirasi oleh The Beatles dan The Beach Boys mereka mulai menggabungkan musik tradisional, musik klasik dan jazz ke dalam komposisi mereka. Beberapa band progressive rock terkemuka adalah Yes, King Crimson, UK, Pink Floyd dan Genesis dari sekitar tahun 1969, Rush dari tahun 70-an dan Marillion, Dream Theater dari 80-an.
Seperti halnya aliran-aliran musik yang lain, adalah sangat sulit untuk mendefinisikan musik rock progresif secara tepat. Karena inilah terdapat banyak perdebatan mengenai apakah satu kelompok musik prog atau tidak. Namun ada beberapa ciri khas musik prog yang biasanya dapat ditemui dalam karya-karya musisi prog. Di antaranya adalah ritme yang tidak konvensional (bukan 4/4 atau sinkopasi), penguasaan alat musik yang mahir dengan permainan solo yang rumit, dan lagu-lagu yang panjangnya melebihi normal (lebih dari 5 menit, biasanya sekitar 12-20 menit atau bahkan lebih panjang).
Banyak grup progressive rock yang menerbitkan satu album dengan lagu-lagu yang bertemakan sama atau sambung-menyambung menceritakan satu cerita (disebut album konsep). Contoh-contoh album konsep di antaranya adalah Metropolis 2: Scenes from a Memory dari Dream Theater dan The Lamb Lies Down on Broadway dari Genesis. Banyak pula group musik progressive saat ini yang mulai keluar dari stigma musik progressive sebagai genre dan kembali ke pemikiran inti musik progressive sebagai pandangan yang amat sangat kuat dipengaruhi pandangan Jazz.
Beberapa kelompok musik progressive rock asal Indonesia adalah Academie Of FarSide (group ini salah satu contoh band yang menganut progressive sebagai pandangan), Discus dan Kekal
Alternative Rock
Alternative rock (disebut juga musik alternatif atau hanya alternatif) adalah aliran musik rock yang muncul pada tahun 1980an dan menjadi sangat populer di tahun 1990. Nama "alternatif" ditemukan pada tahun 1980 untuk mendeskripsikan band-band punk rock yang tidak sesuai dengan aliran punk rock pada masanya. Sebagai jenis musik yang spesifik, rock alternatif mempunyai sub-aliran yang bervariasi, dari musik indie yang bermulai pada tahun 1980 dan menjadi populer pada tahun 1990; seperti indie rock, grunge, gothic rock, dan college rock. Aliran-aliran tersebut terkonsolidasi dengan ciri khasnya masing-masing.
Walaupun aliran alternatif terhitung sebagai aliran rock, tapi beberapa sub-alirannya terpengaruh oleh musik rakyat, reggae, musik elektronik, dan jazz. Dalam periode tertentu, istilah rock alternatif digunakan untuk menyebut musik rock dari band underground pada tahun 1980an, punk rock (termasuk punk itu sendiri), dan untuk musik rock itu sendiri pada tahun 1990an dan 2000an.
Pengertian "Rock Alternatif"
Sebelum dikenal sebagai rock alternatif, aliran ini mempunayi banyak variasi nama yang umum digunakan. Pada tahun 1980an di Amerika Serikat, istilah yang umum digunakan adalah college rock (Rock Universitas). Istilah ini digunakan karena banyak mahasiswa yang menyukai aliran musik jenis ini pada zamannya. Di Inggris, istilah yang biasa digunakan adalah indie. Walaupun begitu, pada tahun 1985, istilah indie digunakan untuk menyebut sub-aliran dari alternatif, bukan sekedar penggantian istilah.
Istilah "alternative rock" atau "rock alternatif" ditemukan pada tahun 1990. Walau begitu, istilah "alternatif" sempat muncul pada pertengahan 1980an, sebuah istilah untuk "musik baru" dan "pasca modern". Penggunaan asli istilah ini sebenarnya lebih luas daripada yang kebanyakan dimengerti, yaitu dengan meliputi punk rock, New Wave, post-punk, dan bahkan musik pop, juga indie. Tahun 1991, ketika penambahan kategori musik alternatif di Penghargaan Grammy dan Penghargaan musik video MTV, akhirnya istilah "alternatif" menjadi populer dan digunakan secara luas, bersamaan dengan suksesnya Lollapalooza.
Keseluruhan
"Alternative rock" secara esensial adalah istilah yang digunakan untuk menyebut musik underground yang muncul pada tahun 1980an. Band alternatif pada tahun 1980an umumnya dimainkan di klub-klub kecil, direkam untuk label indie, dan popularitasnya menyebar dari mulut ke mulut. Lirik yang digunakan dalam rock alternatif biasanya mengambil topik-topik sosial, seperti penggunaan obat terlarang, depresi, dan yang berhubungan dengan lingkungan. Hal ini merupakan sebuah pendekatan yang muncul akibat refleksi sosial dan ekonomi di Amerika Serikat dan Inggris pada tahun 1980an dan awal 1990an.
Pada awal tahun 1980an, beberapa stasiun radio kampus di Amerika Serikat memutarkan musik-musik rock alternatif. Rock alternatif kemudian menjadi populer di pertengahan 1980an. Namun stasiun radio komersial belum begitu mempedulikan aliran musik ini. Rock alternatif yang sering diputar di radio-radio Inggris, biasanya oleh DJ seperti John Peel, Richard Skinner, dan Annie Nightingale. Akhirnya, akhir tahun 1980an di Amerika Utara, stasiun radio komersial mulai memutar lagu-lagu rock alternatif, mengawali format radio modern rock. Diluar Amerika Utara, Double J, stasiun radio pemerintah di Sydney, Australia mulai menyiarkan rock alternatif. Tahun 1990, Double J yang sekarang dikenal sebagai Triple J, mulai menyiarkan secara nasional. MTV juga memutar video alternatif pada tengah malam. Tahun 1986, MTV Amerika Serikat menyiarkan program musik alternatif tengah malam, 120 Minutes.
Walaupun band-band alternatif pada tahun 1980an tidak pernah membuat album yang spektakular, mereka menimbulkan pengaruh yang besar bagi para musisi tahun 80an. Album Nevermind yang dibuat oleh band Nirvana pada tahun 1991 membuat rock alternatif menjadi musik yang paling digemari dan membentuk kemapanan komersial aliran musik tersebut. Hasilnya, rock alternatif menjadi bentuk musik rock paling populer dalam satu dekade ini dan banyak band-band alternatif menghasilkan sukses besar.
Dalam satu dekade pertama pada abad ke 21, aliran musik rock terus berevolusi dari awal alternatif musik yang muncul pada tahun 1980an. Musik rock yang populer pada zaman sekarang, terlihat dari grup modern rock seperti Linkin Park. Iri hati karena mengetahui kenyataan bahwa aliran musik tersebut merupakan pengaruh dari rock alternatif, sebagian besar fans menyatakan ini adalah bagian dari aliran nu metal. Bagaimanapun juga, pada tahun 2004 alternatif rock mendapat popularitas dari artis seperti Modest Mouse dan Franz Ferdinand.
Bukan Jenis Atau Aliran Musik, Lantas Apa?
11.07Memperhatikan geliat dinamika musikalitas masyarakat Indonesia terlebih khusus yang berdomisili di Mesir, maka nampak era hingar bingar seolah tidak lagi menjadi dominan terdengar dari tape, radio, media player dan setiap perangkat elektronik apapun yang menyokong perindustrian musik Indonesia. Karakteristik lagu yang sedang melenakan telinga penikmat musik
Namun berbicara tentang musik itu sendiri tidak terlepas dari selera. Semuanya bagus jika dipandang dari segi jenis lagu macam apa yang disukai oleh setiap individu manusia. Bahkan bagi mereka yang tidak punya latar belakang pemusik atau sekedar pemerhati musik, mereka pun mampu mengatakan lagu mana yang bagus menurut mereka, dikarenakan tolak ukurnya berdasarkan selera. Dan itu sah-sah saja.
Tetapi bagaimanapun juga pengkategorian jenis aliran musik tetap bersandar pada pakem yang sudah ada. Boleh jadi ada sebuah kelompok musik yang mengatakan jenis musik mereka beraliran progressive. Entah rock progresif, pop progressif, dangdut progressif atau kemungkinan bisa mengaliansikan semuanya (Pop-Rock, Jazz-Blues, dll), yang pasti dalam keragaman dunia musik memang telah ada pengkotakkan kategori jenis musik.
“Tuhan,
Namun bagaimana jika kita berbicara tentang nasyid? Barang baru itu tiba-tiba mencuat di penghujung tahun 90-an, diusung oleh beberapa komunitas golongan Islam radikal reaksioner dengan alasan memperkenalkan jenis musik rohani yang bernafaskan Islam, disamping secara eksplisit dibelakang, mereka menuding aktifitas bermusik yang sudah ada adalah budaya yang salah (baca:haram) karena menggunakan berbagai macam alat musik, terutama yang dipetik dan ditiup sesuai dengan dalih tekstual keagamaan yang dijadikan landasan oleh mereka.
Otomatis pengenalan nasyid di
Hal mengenai definisi nasyid yang masih samar diamini oleh seorang Agus Idwar, mantan personel nasyid Snada yang sudah lama
Kalau memang inti dari definisi nasyid adalah musik yang bertema keimanan, sebenarnya melihat perkembangan aliran musik rohani di tanah air, jauh sebelum deklarasi nasyid bergulir, grup musik Bimbo telah mengawalinya terlebih dahulu. Terbukti substansi lirik lagu mereka sangat bernuansa Islam serta membawa pesan agama. Jangankan Bimbo, lirik lagu semacam Fade to black-nya Metallica jelas mengingatkan pendengarnya terhadap kematian, toh grup-grup musik seperti mereka di atas tetap eksis membawakan lagu bertema keimanan, humanis, dan keagungan Tuhan yang secara substansial Islami tanpa harus memolesnya dengan kata berbau arabisme, Nasyid. Dimana justru dengan memakai kata nasyid terdapat makna pencarian jati diri dari suatu golongan yang menginginkan eksklusifitas mereka di atas semua pakem jenis aliran musik yang telah ada.
Ketidakjelasan pengertian nasyid di
Hal ini yang tidak dipunyai oleh nasyid
Mereka meninggalkan idealisme awal mengenai definisi nasyid mereka sendiri. Namun herannya mengapa masih memakai kata nasyid, padahal sebagaimana yang dikatakan Agus, bahwa tujuan nasyid menyelaraskan tuntutan masyarakat adalah agar dapat diterima khayalak, baik dari golongan yang bukan muslim sebagaimana di Malaysia
Ketidakselarasan antara tujuan sosialisasi nasyid dengan definisinya semakin bertambah merancu ketika Agus memberikan syarat bagi pelantun nasyid, “Siapapun boleh menyampaikan ayat-ayat Allah meski dengan cara yang berbeda-beda. Kedua, nasyid itu harus lengkap, lirik yang religius harus diimbangi dengan pembawaan dan perilaku yang religius pula dari pelantunnya. Makanya amatlah ditekankan kepada mereka yang berkecimpung dalam seni nasyid mesti punya kesadaran keagamaan. Adapun syarat minimalnya adalah lirik yang dibawakan bernuansa agamis, penampilan Islami serta karakter si pelantun yang juga harus sesuai nilai-nilai Islam.”
Akan tetapi untungnya kondisi seperti ini masih diimbangi dengan adanya beberapa grup musik Indonesia seperti contoh; GIGI, Bimbo, Crossbottom sampai musisi sekelas Iwan Fals yang tetap menaruh perhatian lebih terhadap jenis musik rohani dan menyanyikannya tanpa harus menciptakan polesan-polesan yang sebenarnya tidak berbeda dengan pakem dunia musik yang sudah ada.
Ketika Dewa Budjana yang notabene beragama Hindu, ditanya mengenai keterlibatannya dalam album GIGI, Raihlah kemenangan, beliau menjawab, “Jika untuk bermusik, mengapa tidak, saya pikir album itu adalah suatu bentuk apresiasi kita dalam jenis aliran musik rohani.”
Ya, apapun bunyi yang mempunyai irama, nada serta intonasi adalah musik, dan musik memang salah satu jalan upaya menyatukan umat manusia, bukan sarana mengangkat kembali isu SARA.
